Senin, 28 Januari 2013

PPh 21 bagi Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas

Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas adalah pegawai yang hanya menerima penghasilan apabila pegawai yang bersangkutan bekerja, berdasarkan jumlah hari bekerja, jumlah unit hasil pekerjaan yang dihasilkan atau penyelesaian suatu jenis pekerjaan yang diminta oleh pemberi kerja.
Penghasilan pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas ini menerima imbalan atau upah berupa upah harian, upah harian, upah mingguan, upah satuan, atau upah borongan. Penghasilan pegawai tidak tetap ini terdapat 2 jenis cara pembayaran; 1) dibayar secara bulanan, 2) dibayar tidak secara bulanan.

1. Upah Pegawai tidak tetap dibayar secara bulanan
Dasar pengenaan pajak untuk pegawai tidak tetap yang penghasilannya dibayar secara bulanan adalah jumlah kumulatif penghasilan yang diterima dalam 1 bulan kalender telah melebihi PTKP perbulan.


Contoh 1 (upah satuan):
Solmet belum menikah bekerja sebagai operator pabrik Tas pada PT. XYZ, Pada bulan Januari 2013  Solmet bekerja selama 24 hari, menyelesaikan 96 buah tas dan mendapatkan upah satuan  Rp 35.500,-..
perhitungan PPh 21;
Upah Januari 2013 : 96 x Rp 35.500 = Rp 3.408.000,-
Penghasilan netto disetahunkan          = Rp 40.896.000
PTKP setahun .................................= Rp 24.300.000,-  (-)  
Penghasilan kena pajak disetahunkan.= Rp 16.596.000,-
PPh disetahunkan 5% x 16.596.000..= Rp      829.800,-
PPh terutang Januari 829.800/12 ..... = Rp        69.150,-
*jika Solmet belum memiliki NPWP maka tarif pajaknya 20% lebih besar.


Contoh 2 (upah harian):
Jika Solmet pada contoh 1 menerima upah harian dengan upah Rp 130.000 per hari, berikut adalah ilustrasi perhitungan PPh 21 nya;
Upah Januari 2013 : 24 hari x Rp 130.000 = Rp 3.120.000
Penghasilan netto disetahunkan .................= Rp 37.440.000
PTKP setahun..........................................= Rp 24.300.000
Penghasilan Kena Pajak disetahunkan.......= Rp 13.140.000
PPh disetahunkan ..........5% x 1.095.000 = Rp      657.000
PPh terutang .......................................... = Rp        54.750
*jika Solmet belum memiliki NPWP maka tarif pajaknya 20% lebih besar.


2. Upah Pegawai tidak tetap dibayar tidak secara bulanan
Atas penghasilan bagi Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas yang tidak dibayar secara bulanan atau jumlah kumulatifnya dalam 1 (satu) bulan kalender belum melebihi Rp 2.025.000, berlaku ketentuan sebagai berikut sesuai pasal 12 PER-31/PJ./2012:

  • tidak dilakukan pemotongan PPh Pasal 21, dalam hal penghasilan sehari atau rata-rata penghasilan sehari belum melebihi Rp200.000,
  • dilakukan pemotongan PPh Pasal 21, dalam hal penghasilan sehari atau rata-rata penghasilan sehari melebihi Rp200.000, dan jumlah sebesar Rp200.000 tersebut merupakan jumlah yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. Rata-rata penghasilan sehari adalah rata-rata upah mingguan, upah satuan, atau upah borongan untuk setiap hari kerja yang digunakan.


Dalam hal Pegawai Tidak Tetap telah memperoleh penghasilan kumulatif dalam 1 (satu) bulan kalender melebihi Rp2.025.000, maka jumlah yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah sebesar PTKP yang sebenarnya. PTKP yang sebenarnya adalah sebesar PTKP untuk jumlah hari kerja yang sebenarnya yaitu PTKP setahun dibagi 360 hari.
Sedangkan jika jumlah penghasilan kumulatif dalam satu bulan kalender sudah melebihi Rp 7.000.000 PPh pasal 21 dihitung berdasarkan tarif pasal 17 ayat 1 UU KUP atas jumlah penghasilan kena pajak yang disetahunkan (dikali 12).


Contoh 3 (upah satuan):
Jika pada contoh 1 diatas upah Solmet dibayar tidak secara bulanan dan dalam bulan Januari 2013 tersebut menyelesaikan dalam waktu 24 hari dan perhari menyelesaikan rata-rata 4 buah sepatu maka perhitungan nya adalah sebagai berikut:
penghasilan perhari adalah 4 x Rp 35.500 = Rp 142.000

1. Pada hari pertama tidak dilakukan pemotongan karena tidak melebihi Rp 200.000
2. Begitu pula pada hari ke-14 tidak dilakukan pemotongan karena jumlah kumulatif dalam 1 bulan tidak melebihi Rp 2.025.000 ( 4 buah x 14 hari x 35.500 = Rp 1.988.000 )
3. Sedangkan pada hari ke-15 karna telah melebihi jumlah kumulatif dalam 1 bulan melebihi Rp 2.025.000 harus dilakukan pemotongan dengan perhitungan sebagai berikut:
Upah hari ke-15:      4 buah x 15 hari x Rp 35.500 = Rp 2.130.000
PTKP sebenarnya    24.300.000 / 360 x 15           = Rp 1.012.500 (-)
Penghasilan kena pajak                                              Rp 1.117.000 (dibulatkan)
PPh terutang sampai hari ke-15  5% x 1.117.000   = Rp       55.850

Jadi penghasilan seluruhnya yang harus dipotong selama 1 bulan adalah:
Upah selama satu bulan 4 buah x 24 hari x Rp 35.500 = Rp 3.408.000
PTKP sebenarnya 24.300.000 / 360 x 24                   = Rp 1.620.000 (-)
Penghasilan kena pajak                                                  Rp 1.788.000
PPh terutang            5% x Rp 1.788.000 = Rp 89.400
*jika Solmet belum memiliki NPWP maka tarif pajaknya 20% lebih besar.


Contoh 4 (upah harian):
Jika pada contoh 2 diatas upah Solmet dibayar tidak secara bulanan, berikut perhitungan pph 21 nya.
Upah sehari .................... = Rp 130.000
batas upah harian ............ = Rp 200.000 (-)
Phkp ...............................= Rp     0
(pada hari pertama tidak dikenakan PPh karena tidak melebihi batas upah harian)

Solmet baru dilakukan pemotongan pph 21 pada hari ke-16 karena jumlah upah kumulatif nya pada hari itu sudah lebih dari Rp 2.025.000.
Upah s/d hari ke-16 ........16 hari x Rp 130.000   = Rp 2.080.000
PTKP sebenarnya ........ 24.300.000 / 360 x 16   = Rp 1.080.000 (-)
Penghasilan Kena Pajak ...................................   = Rp 1.000.000
PPh terutang samapai hari ke-16 5% x 1.000.000= Rp      50.000

Jadi penghasilan seluruhnya yang harus dipotong selama 1 bulan adalah:
Upah selama satu bulan  24 hari x Rp 130.000 = Rp 3.120.000
PTKP sebenarnya 24.300.000 / 360 x 24        = Rp 1.620.000 (-)
Penghasilan kena pajak                                        Rp 1.500.000
PPh terutang                     5% x Rp 1.500.000 = Rp 75.000
*jika Solmet belum memiliki NPWP maka tarif pajaknya 20% lebih besar.

Contoh 5 (upah mingguan)
Memet bekerja pada sebuah pabrik dengan menerima upah satu bulan sebesar Rp 7.000.000. selama sebulan ini dia diberikan libur setiap hari minggu hingga hari tersebut di manfaatkan untuk pergi ke rumah pacarnya yang letaknya lima langkah dari kontrakannya. Pada bulan September ini tidak memperoleh lembur, sedangkan pembayaran upah dilakukan setiap akhir pekan ke-2 dan ke-4.
Berikut perhitungan pajak yang dipotong oleh pabrik dimana Memet bekerja.

a) Penghasilan yang terutang sebulan adalah;
Upah sebulan ...................................................................  Rp   7.000.000
Upah yang disetahunkan  (12 x Rp 7.000.000)    Rp 84.000.000
PTKP  ............................................................................   Rp 24.300.000 (-)
Penghasilan kena pajak disetahunkan ...............   Rp 59.700.000
Tarif pasal 17 ayat 1 KUP .........................................   Rp   3.955.000
(5% x 50.000.000) + (15% x (59.700.000 - 50.000.000))
Penghasilan sebulan adalah (3.955.000 / 12) ....   Rp     329.583


b) Pemotongan akhir pekan ke-2:
Upah minggu pertama dan kedua ......................  Rp 3.500.000
PTKP ..........................12 x ( 24.300.000 / 360) = Rp    810.000 (-)
Penghasilan Kena Pajak ........................................  Rp 2.690.000
PPh yang dipotong ....................................................  Rp    134.500

c) Pemotongan akhir pekan ke-4:
 Penghasilan yang terutang sebulan (a) ..............  Rp    329.583
 Pemotongan ahkir pekan ke-2 (b) ........................  Rp    134.500 (-)
 PPh yang dipotong ...................................................   Rp    195.038

Bukti potong yang diterima oleh Memet pada bulan ini sebanyak satu buah bukti potong pph 21 tidak final dengan jumlah penghasilan bruto sebesar Rp 7.000.000 dan PPh yang terutang Rp 329.583. PPh terutang tersebut wajib disetor oleh pemberi kerja ke bank persepsi paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya (bukan hari libur).





          

Baca juga:

107 komentar:

  1. jadi kalo kasusnya seperti ini bagaimana ? Di bulan Desember perusahaan melakukan renovasi dengan menggunakan beberapa tukang A = 200ribu / hari (10hari) , B = 180ribu / hari(12 hari) , C = 150rb (14 hari) , D = 100rb (15 hari), E = 100ribu (15hari).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika terjadi pada tahun 2013 dst. maka batasan upah harian adalah Rp 200.000 dan PTKP bulanan adalah Rp. 2.025.000 (status PTKP tidak dicantumkan saya anggap semua nya TK/0).
      Tukang A,D,dan E tidak dipemotongan karena upah yang diterima tidak melebihi PTKP
      Tukang B. dilakukan pemotongan pada hari ke-12
      (180.000 x 12 - (24.300.000 : 360 x 12)) x 5% = Rp 67.500
      Tukan C. dilakukan pemotongan pada hari ke-14
      (150.000 x 14 - (24.300.000 : 360 x 14)) x 5% = Rp 57.750

      jika tidak mempunyai NPWP tarif pajak 6 %

      Hapus
    2. Kalo kasusnya tukang untuk yang tenaga harian ato borongan tanpa npwp gimana inputnya di espt pph 21 2014? Bingung

      Hapus
  2. mas admin?saya mau tanya kalo orang yang bekerja dalam waktu 20 hari dengan gaji perhari sebesar 100ribu,,berapakah pajak yg harus di bayar??
    terima kasih :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. nihil, karena tidak melebihi PTKP :)

      Hapus
  3. yang melebihi PTKP itu yg berapa ya mas??
    saya kan kerja SPG,,tp katanya suruh buuat NPWP kalau tidak sy kena pph21 yaitu sebesar 60ribu,,mohon pencerahanya mas,,takut saya di bohongi,
    nuhunn :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. PTKP harian Rp 200.000, bulanan Rp 2.025.00, tahunan Rp 24.300.000 (PMK-162/PMK.011/2012). Perhitungannya, mangga aplikasikan dari contoh diatas.

      Sebagai warga negara yang baik sebaiknya memang harus taat pajak, termasuk mempunyai npwp, tidak ada salahnyakan kalau punya npwp, bahkan ada sangsi jika tidak mempunyai npwp yaitu pajak yang dipotong lebih tinggi 20% dari taif normal ( pasal 21 ayat 5a UU 36 tahun 2008)

      Hapus
  4. numpang tanya mas admin...ni ak kerja di sbuah perusahaan (pt) harian kontrak.trus gj yg ak terima umr klaten 870.000 kira2 kena wajib pajak kah...trus yg udah berjalan slama ini umr + lembur (anggap ja bruto 1300000/ bln ) dikenakan pajak....benar kah..?
    mohon dibalas via email saya... pan_tera@ymail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu upah yg diterima dalam 1 bulan ? jika demikian, sesuai keteranga pada PMK-162/PMK.011/2012, bahwa penghasilan sebulan diperoleh tidak lebih atau sama dengan Rp. 2.025.000, maka tidak dipungut PPh 21.

      Hapus
  5. Mohon pencerahannya, saya pekerja tidak tetap, dihitung per hari saya masuk saja, baru bekerja selama 7 bulan, dan setelah dihitung penghasilan 7 bulannya belum melebihi Rp 24.300.000, apakah masih perlu buat ESPT 1770S?
    terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kewajiban penyampaian SPT dilakukan kepada wajib pajak yang telah mempunyai npwp
      dimana orang pribadi/badan tersebut telah memenuhi peryaratan pasal 2 uu no 28 tahun 2007 yaitu syarat subjektif (pasal 2 uu no 28 tahun 2008) dan syarat objektif ( pasal 4 uu no 36 tahun 2008) waijib mendaftarkan diri sebagai wajib pajak ditandai dengan identitas berupa npwp.

      jadi dalam hal ini, jika memang anda mempunyai npwp walau pun pada tahun ini tidak mempunyai penghasilan atau mempunyai penghasilan tetapi tidak melebihi PTKP tetap harus melaporkan SPT menggunakan formulir 1770 ss.

      Hapus
    2. Terima kasih jawabannya..
      mohon tambahan pencerahannya lagi nih :)
      kemarin saya sudah coba buat di 1770 ss tapi harus melampirkan FOTO COPY FORMULIR 1721-A1 atau 1721-A2*, padahal saya tidak punya formulir itu..adanya bukti potong pph21. (Di 1770 ss tertera "Foto copy Formulir 1721 A1 atau 1721 A2 wajib dilampirkan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari SPT 1770 SS")
      makasihhh sekali lagi...

      Hapus
    3. Bentuk Form 1770 ss sudah berubah setelah diterbitkan per-26/PJ/2013

      Hapus
  6. mas,,sy mau tanya kalau misalnya gaji perbulan RP 625rb tapi diterima dalam triwulan..bagaimana cara pemotongan pajaknya n sementara masih dalam golongan dua.terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesuai PP 94 tahun 2010 pasal 15 ayat 1 pemotongan pajak dilakukan pada akhir bulan terjadi pembayaran atau pada saat terutangnya penghasilan tsb. tergantung peristiwa mana yang lebih dulu. jadi walaupun dibayarnya triwulanan, penghasilan tersebut terutang / harus dipotong oleh pemberi kerja tiap akhir bulan.

      Hapus
  7. mas,,saya mau tanya misalnya ada pekerja harian lepas dan mereka bekerja selama 1 bulan full tanpa libur ( 31 hari ) untuk menghitung upahnya tetap dikali 31 hari atau 30 hari mas?? atau mengikuti ptkp nya maksimal 30 hari??
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesuai jumlah hari yang sebenranya yaitu 31 hari.

      Hapus
  8. mas, kalo input di espt nya gmn kalo pegawai tidak tetap/lepas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika maksudnya input bukti potong pph u/ pegawai tidak tetap di espt pph masa pasal 21 nya, berikut teknis pengimputannya;
      - klik spt pph lalu pilih bukti potong pph pasal 21/26
      - pilih bukti potong pph pasal 21 (tidak final)
      - isi nomor dan tanggal bukpot serta informasi lawan transaksi
      - klik upah pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas (warna merah)
      - pilih cara pembayaran
      - PTKP , hari kerja, penghasilan brutto.

      Hapus
  9. mas, berarti kalau bekerja 2 hari, per hari dikenakan 150.000 tidak dikenakan pph juga kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak, batas ptkp harian untuk 2013 adalah Rp 200.000 per hari. Bisa dikenakan jika sudah bekerja pada hari ke-14 (komulatifnya Rp 2.100.0000 karena sudah melebihi Rp 2.025.0000)

      Hapus
  10. Mas saya mau nanya
    Saya pegawai tidak tetap dengan upah 75ribu per hari yg dibayarkan secara bulanan
    saya sudah bekerja 13 hari dan dari hasil perhitungan perkaliannya,gaji saya dikurangi juga dengan pajak 5%. Apakah hal tersebut wajar?
    Kalau tidak,bagaimanakah seharusnya?
    Mohon jawabannya ya mas.. terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksudnya mbak sudah dikenakan pajak dari hasil perkalian 13 hari x 75.000 x 15% begitu? sementara mbak adalah pegawai tenaga kerja lepas dengan upah harian yang dibayar secara bulanan (sesuai contoh 1.2 diatas) tanpa ada penguran PTKP nya.
      jika yang ditanyakan wajar atau tidaknya maka bisa disimpulkan hal itu tidak wajar.
      saran saya sebaiknya tanyakan dahulu kepada pemotong pph 21 mbak, bagaimana mekanisme pemotongan pajak yang sudah dilakukan dan jika memang sudah di potong pajaknya mbak juga seharusnya sudah dapat bukti potongnya.

      Hapus
  11. pagi mas. bagaimana cara hitung pph21 thr bagi karyawan borongan? contoh. Tugas diselesaikan dalam 7 hari 1.500.000,- dan karena menjd karyawan sdh lama dia dikasih thr 500.000 brp pph21 nya gaji? thr?

    BalasHapus
    Balasan
    1. berikut pendapat saya, untuk rumusnya adalah:

      a) PPh atas gaji dan thr =(pph borongan disetahunakn +PPh atas THR) - PTKP setahun

      b) PPh atas gaji disetahunakan tanpa THR= PPh borogan disetahunakan - PTKP setahun

      c) PPh atas gaji bulan ini tanpa THR = b/12

      d) PPh atas THR = a - b

      e) Total PPh terutang bulan ini = c + d


      untuk soal yang diberikan diatas tidak dikenakan PPh karena pengahsilan borongan ditambah THR nya adalah 2.000.000 lebih kecil dari PKTP (asumsi TK/0) sebesar 24.300.000 setahun / 2.025.000 sebulan.

      Hapus
  12. Bagaimana PTKP bagi pekerja harian maupun borongan mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama saja dengan Pegawai tetap. Untuk batas upah sehari Rp 200.000.

      Hapus
  13. Mas mau tanya,jika pekerja harian gajinya dibayar per 2 minggu,misl.1hari upahnya 180.000 & kalau lembur dibayar misl.1hr lemburnya 30.000,dlm 2mggu lemburnya ada 4kali. dlm 1 bln bekerja full 30 hari.
    Bagaimana cara menghitung pph 21 nya? terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pemotongan 2 minggu pertama;
      2.580.000 (upah 2 minggu + asumsi lebur 2 hari)
      945.000(-) (PTKP tk/0 14 hari x 24.300.000 : 360)
      1.635.000 (pengh kena pajak)
      81.750 (pph yang dipotong minggu ke-2: 5% x 1.635.000)

      pemotongan sebulan;
      5.520.000 (upah satu bulan termasuk lembur)
      2.025.000(-) (PTKP sebulan untuk tk/0)
      3.495.000 (phkp)
      174.750 (pph terutang satu bulan: 5% x 3.495.000)

      pph dipotong 2 minggu kedua : 174.750 - 81.750 = 93.000

      demikian peritunganya.

      Hapus
    2. Mas untuk pegawai tidak tetap / upah harian tidak ada pengurangan biaya jabatan? terima kasih maklum baru belajar pajak salam kenal

      Hapus
    3. Mas untuk pegawai tidak tetap / upah harian tidak ada pengurangan biaya jabatan? terima kasih maklum baru belajar pajak salam kenal

      Hapus
  14. Terimakasih mas utk perhitungan diatas,kalau misl.di mggu ke2 gajinya tdk lbh dr 2.025.000 pph21 nya nihil ya?

    BalasHapus
  15. maksud saya pph yg dipotong di minggu ke 2 nihil? asumsi upah sehari 120.000,lembur 2minggu 60.000,dlm 2mggu krj 14hr.
    di 2 mggu kedua asumsi upah sama dg 2minggu pertama,baru ph ini yg dikenakan potongan pph 21? .

    BalasHapus
    Balasan
    1. ptkp nya adalah jumlah hari kerja dikali ptkp setahun dibagi 360 hari, jika 2 minggu pertama tidak lebih dari ptkp tersebut tidak dikenakan pph. sedangkan pph untuk 2 minggu terakhir dilihat dulu akumulasi penghasilan satu bulan jika sudah lebih dari ptkp sebulan (2.025.000) maka dikenakan pph.

      Hapus
    2. Trimakasih byk utk penjelasannya.

      Hapus
  16. mas, tanya.
    kalau pekerja lepas bekerja setahun hanya 10 bulan, apakah PTKP-nya 2.025.000x10=20.250.000 atau 24.300.000?
    soalnya kalau di pdf 1770 yang diberikan, selalu default TK/0, terisi otomatis 24.300.000, tanpa membaca jumlah bulan dalam setahun, tetapi kalau membaca posting2 di atas, terkesan PTKP sesuai periode aktif-nya.
    mohon pencerahannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Postingan ini mengenai pemotongan PPh 21 yang dilakukan oleh pemberi kerja terhadap upah yang dibayarkan kepada pegawainya. PTKP tentu saja sesuai berapa lama di bekerja.
      Pemotongan tersebut di SPT Tahunan wp yang bersangkutan merupakan kredit pajak. PTKP di SPT tahunan tetap sebesar PTKP setahun (tk/0 = 24.300.000)

      Hapus
    2. Terima kasih Pak Mulyana atas jawabannya.
      Bila jawabannya demikian, artinya bisa terjadi lebih bayar pajak ketika lapor SPT tahunan. Ini disebabkan, ketika pembayaran pajak tiap bulannya, maksimal PTKP hanya 10 bulan yaitu 20.250.000, sementara ketika dilaporkan di SPT tahunan, PTKP ditulis sebesar 24.300.000. Mengingat PTKP adalah faktor pengurang pajak, total pajak selama 10 bulan pasti lebih besar dari nilai SPT tahunan.
      Saya ingin menghindari lebih bayar pajak ini, supaya SPT tahunan saya NIHIL.

      Hapus
    3. lebih bayar pada SPT Tahunan memang tidak bisa dihindari apabila dalam satu tahun kalender WP tidak bekerja selama full 12 bulan, kecuali PPh yang telah dipotong oleh pemberikeja tidak dilakukan penghitungan kembali pada SPT Tahuna pekerja.

      Hapus
    4. Terima kasih Pak Mulyana.
      Kesimpulannya, SPT Tahunan tetap harus dihitung dengan angka PTKP 12 bulan full, meskipun pekerja lepas tidak bekerja full 12 bulan.

      Hapus
  17. Mas admin,tanya donk..

    saya bekerja sebagai karyawan kontrak dengan posisi sbg quality assurance,yg saya mau tanyakan dengan gaji saya basic : 2.300.000 di tambah allowence :825.000 /bulannya berapa pph yg sebenarnya yg harus di bayar..
    saya single dan mempunyai NPWP,,
    karna yg terjadi saat ini utk perhitungannya gaji gross langsung dikalikan 5% ...,(tidak dikurangi ptkp)
    apakah setiap perusahaan berbeda cara perhitungannya??
    mohon penjelasannya..trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk setiap pemberi keja perhitungan pemotongan pph-nya sama saja, yang membedakan adalah Dasar Pengenaan dan Pemotongan PPh 21 (psl 9 PER-13/PJ/2013). sebaiknya cek dulu bukti potongnya, dari keterangan mba diatas seharusnya mendapatkan pengurang PTKP kecuali bukan pegawai memperoleh imbalan lebih dari satu pemberi kerja karena dasar pengenaan dan pemotongannya adalah jumlah penghasilan bruto.

      Hapus
    2. maaf,maksudnya untuk kalimat " kecuali bukan pegawai memperoleh imbalan lebih dari satu pemberi kerja" itu seperti apa??
      mohon penjelasannya,
      soalnya dari bukti slip gaji yg saya terima setiap bulan,utk pembayaran pajak dari total gross yaitu 2.300.000 + 825.000 x 5 %

      Hapus
    3. imbalan kepada Bukan Pegawai (antara lain berupa honorarium, komisi, fee, dan imbalan sejenisnya dengan nama dan dalam bentuk apapun sebagai imbalan sehubungan jasa yang dilakukan) yang diperoleh lebih dari satu pemberikerja contohnya selain diperoleh dari "perusahaan A" juga diperoleh dari "perusahaan B".
      Pengurang PTKP tidak dicanatumkan pada slip gaji, jadi lebih baik cek n ricek dan tanyakan ke pemotong pajaknya.

      Hapus
  18. MAS..saya sudah lihat dibukti pemotongan PPH 21,di bukti tsb hanya trcantum "gaji gross ..sekian..",, dan "PPH 21 yg di bayar ..sekian.."
    tidak ada cara perhitungannya,,tp jumlah PPH 21 yg dibayar sesuai dgn cara perhitungan GAJI GROSS X 5% ..
    tanpa dikurangi PTKP..
    saya sdh bertanya berulang kali melalui email di tmpat saya bekerja (kebetulan saya baru pindah di outsourching baru namun masih di perusahaan yg sama,hnya pindah outsorching sj..dan utk info di outsourching sbelumnya jumlah PPH 21 yg saya bayar stiap bulannya tidak besar seperti sekarang ini,.)
    saya jg bingung apakah stiap outsourching itu peraturan potongan PPHnya it beda?
    saya tidak masalah setiap bulan dipotong 200rb-300rb utk PPH 21 asalkan jalan perhitungannya jelas!
    tp karna saya sdh bertanya berkali-kali tetap tdk ada tanggapan jadiny saya sangat merasa dirugikan..
    mohon MAS bisa bantu kemana saya harus mengadukan hal ini???apakah saya langsung ke depnaker saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. dapat mengajukan surat keberatan kepada Dirjen pajak melaui Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdaftar. (PMK no. 9/PMK.03/2013)

      Hapus
  19. Mas, mau tnya dong. Misalnya bekerja sebagai pegawai tetap mnerima gaji dibayar mingguan 600rb, pph ps 21 atas gaji mingguannya gimana ya?? Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena pertanyaan tidak lengkap saya buat asumsi PTKP TK/0 dan jumlah hari kerja dalam satu minggu adalah 6 hari kerja, maka upah seharinya tidak melebihi batas upah harian Rp 200.000. Jadi minggu pertama tidak dilakukan pemotongan, begitu juga minggu ke dua dan ketiga tidak dilakan pemotongan karena jumlah upah tidak melebihi batas PTKP sebulan Rp 2.025.000. Pemotongan baru dilakukan pada minggu keempat upah komulatif sudah mecapai Rp 2.400.000 dengan perhitungan PPh 21 yang dipotong adalah; 5% X (2.400.000 - (24.300.000/360 X 24))= Rp 39.000.

      Hapus
  20. numpang tenar gan,,,ato lebih tepatnya promosi sih siapa tau ada yg membutuhkan hehehe, coba deh program payroll krishand, selain membantu untuk payroll juga bisa hitung otomatis pph21nya secara cepat n tepat + semua laporan-laporan pajak kaya SPT masa,SSP,1721 A1, dll,yg berminat bisa hubungi rijal@krishand.com

    BalasHapus
  21. Selamat sore :)
    Saya mau brtnya jika ALi bkerja pda PT.X dan mndpatkn gaji harian sbesar Rp.140.000 pehari sdah menikah dan mempunyai anak 1.
    Gaji Ali dibayar stiap tgl 15 dan tgl 30
    Bagaiman cara mengihtung pph pasal 21 ny ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Deta, coba di lihat lagi contoh perhitungan diatas yah ... yang berbeda hanya PTKPnya saja yaitu setahun Rp 28.350.000

      Hapus
  22. kalau untuk mencari tahu di hari keberapa pph 21 dipotomg itu bagaimana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertama, tentu harus ketahui berapa upah per hari jika penghasilan melebihi batas upah sehari (saat ini Rp 200.000) maka harus dilakukan pemotongan sejak hari pertama. Kedua, jika hari pertama tidak melebihi batas upah sehari maka pemotongan harus dikakukan pada hari dimana penghasilan kumulatif telah melebihi batas upah bulanan ( saat ini TK/0 = Rp 2.025.000, lihat contoh 4)

      Hapus
  23. Mas Mulyana, saya freelance (teknisi) yg berencana untuk membuat NPWP...ada yg ingin saya tanyakan nih berkaitan dengan status saya yg seorang freelance:
    1. Perhitungan besar pph 21 apakah berdasarkan penghasilan usaha bersih atau kotor?
    2. Apakah harus menyertakan laporan rugi/laba dalam setiap melaporkan SPT? Atau dengan yg lain?
    3. Saya berasal dari kota A yg bekerja dan tinggal kota B, KTP masih ikut kota A. Di kota manakah saya harus mendaftarkan NPWP dan melaporkan SPT?
    Cukup itu saja yg saya tanyakan...mohon bantuannya.
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. penghasilan nettonya ditetapkan 50% dari penghasilan brutto, jika diterima dari satu pemberi kerja dikurangi lagi dengan PTKP.
      2. penghasilan jenis ini dipotong oleh pemberi kerja, jadi SPT-nya dilampirkan dengan buktipotong nya
      3. mendaftarkan NPWP nya di KPP domisili dalam hal ini kota A.

      Hapus
  24. Mas, saya karyawan harian dengan gaji 110.000 / hari. Bekerja 25 hari / bulan.
    1. Lapor pajak tahunan dengan formulir yang mana, mas? 1770, 1770S, atau 1770SS
    2. Untuk setiap bulan saya harus setor dengan SSP atau tidak? kode setoran SSP nya berapa ( kalau harus setor )?
    3. Untuk bukti potong 1721A1 - A2 saya dapat atau tidak seharusnya?

    Mohon pencerahan mas. Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. pakai form 1770ss
      2. penyetoran pajak terutang oleh pemotong pajak dalam hal ini pemberi kerja
      3. bukti potong yang yang diberikan oleh pemberi kerja adalah form F.1.1.33.01 (bukpot pph 21 tdk final)

      Hapus
  25. Met malam mas, mau tanya jika pekerja tidak tetap/harian upahnya dibyr secara bulanan,bekerja pd bln nopember & desember'13,jika upah 1 bln pd nopember sebesar Rp.2.500.000 dan desember Rp.2.700.000 status K/1,bgmn cara menghitung pph 21 nya ? saya bingung apakah penghasilan bln nopember hrs dikali 12 dulu & ptkp nya 28.350.000 atau bgmn? mohon pencerahannya mas.terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ptkp yang dihitung adalah ptkp bulanan. PPh 21 = tarif x ( pengh. sebulan - PTKP sebulan)
      Nov = 5% x ( 2.500.000 - 2.362.500 ) = 6.875
      Des = 5% x (2.700.000 - 2.362.500 ) = 16.875

      Hapus
    2. Terima kasih banyak mas atas pencerahannya.

      Hapus
  26. Selamat pagi mas, saya pegawai kontrak setahun mulai bulan november 2013 kemarin, gaji saya 9 juta total gross. Bgmn menghitung PPh 21 nya? Saya pernah dikontrak juga, perusahaan yang lama memberlakukan tahun ini adalah gaji kali sisa bulan di thn 2012 dibagi sisa bulan, baru di Januari 2013 dihitung disetahunkan (dikali 12) dan dibagi 12. Kontrak yang sekarang, mulai nov 2013 sudah disetahunkan (dikali 12) dibagi 12. Mohon pencerahnnya mas, serta dasar hukumnya shg jika saya perlu protes ke HRD saya ada alasan. Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dasar hukumnya adalah PER-31/PJ./2012 pasal 14 ayat 4: "Dalam hal kewajiban pajak subjektif Pegawai Tetap terhitung sejak awal tahun kalender dan mulai bekerja setelah bulan Januari, termasuk pegawai yang sebelumnya bekerja pada pemberi kerja lain, banyaknya bulan yang menjadi faktor pengali sebagaimana dimaksud pada ayat (2) atau faktor pembagi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah jumlah bulan tersisa dalam tahun kalender sejak yang bersangkutan mulai bekerja."

      Hapus
  27. Terima kasih banyak mas pencerahannya. Jadi saya simpulkan bahwa walau saya PEGAWAI KONTRAK setahun, dalam aturan ini diperlakukan sebagai PEGAWAI TETAP. Apakah kesimpulan saya ini benar mas?

    BalasHapus
  28. Saya buka aturan tersebut, dan ternyata kesimpulan saya benar tercantum di pasal 1, ayat 10, sbb:
    10. Pegawai Tetap adalah pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur, termasuk anggota dewan komisaris dan anggota dewan pengawas, serta pegawai yang bekerja berdasarkan kontrak untuk suatu jangka waktu tertentu yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur.

    BalasHapus
  29. Bagaimana cara menginput pekerja tidak tetap dgn upah harian dan borongan di espt pph 21 2014 yg tdk ada npwp? Tidak bisa diinput manual?

    BalasHapus
    Balasan
    1. input langsung saja di bukti potong pph 21 tidak final denang npwp 00.000.000-0.000.000 bisa kok.

      Hapus
    2. Mas, bagaimana cara input pegawai tetap yang tidak punya NPWP? Waktu sosialisasi dicontohkan bisa diinput, tapi setelah saya coba sendiri ternyata tidak bisa. Apakah ada settingan khusus? Terima kasih.

      Hapus
  30. Selamat Sore mas, bagaimana cara penginputan pegawai tidak tetap yang tidak melebihi ptkp di e spt 2014 ? Agar di SPT 21 INDUK bisa tercantum jumlah pegawai tidak tetap dan jumlah gaji bruto, yg dimana pegawai2 tersebut tidak dikenakan bukti potong, terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama saja dengan yang melebihi PTKP diinput di daftar bukti potong pph 21 tidak final walau pun penghasilan nya tidak melebihi PTKP.

      Hapus
    2. Mas, bagaimana cara input pegawai tetap tapi tanpa npwp? Sewaktu sosialisasi dicontohkan bisa diinput, tapi setelah saya coba sendiri ternyata tidak bisa. Apakah ada settingan yg belum saya lakukan? Terima kasih

      Hapus
    3. di kolom NPWP di isi 0 sebanyak 15 digit.

      Hapus
  31. Selamat Sore Mas Mulyana. Saya mau tanya perhitungan PPH 21 tuk tenaga lepas yang penghasilannya berdasarkan kuesioner yang didapat di lapangan (kami bergerak di bidang riset marketing) dan penyelesaian pelaksanaan dilapangan kurang lebih 8 hari dengan harga 25rb/kuesiner. Bagaimana cara perhitungannya? Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  32. Mau tanya, mas
    Berapa % pajak yang di bayarkan/di potong dari pendapatan seorang agen property freelance, baik yang punya NPWP ataupun TIDAK.
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. tarif progresif sesuai UU PPh pasal 17 (1a).
      s/d Rp 50.000.000 (5%)
      > Rp 50.000.000 s/d 250.000.000 (15%)
      > Rp 250.000.000 s/d 500.000.000 (25%)
      > 500.000.000 (30%)
      lebih besar 20% untuk pegawai yang tidak punya NPWP.

      Hapus
  33. mas admin sya minta bantuannya dalam perhitungan PPh 21,,
    sklh sya sedang membangun ruang kelas baru dng menggunakan dana dari APBN Prov Jabar, untuk pembayaran upah tukang wajib dikenakan PPh 21,,berikut rincian upahnya :
    1orang Kepala Tukang : 100rb/hari
    4orang Tukang : 80rb/hari
    5orang Laden : 50rb/hari
    upah mereka di bayarkan per minggu, berapa PPh21 yang harus di keluarkan pada bulan Januari ini?
    kalau bisa rinciannya tolong di kirim melalui email sya uniq.dian@yahoo.com
    mohon bantuannya karna akhir bulan ini sya harus melakukan laporan keuangan..sya tunggu yaa, nuhun

    BalasHapus
    Balasan
    1. selain penghasilan yang dibayarkan dan cara pembayaran, yang dapat menentukan berapa pph21 yang dipotong adalah status PTKP dan berapa hari pekerja tersebut bekrja.
      silakan lihat lagi contoh perhitungan diatas, seharusnya sudah cukup jelas.

      Hapus
    2. seminggu kerja 6 hari, proses pembangunan berjalan 2 bulan dr januari sampai februari..
      menurut perhitungan sya, yg kena PPh 21 hanya Kepala Tukang saja dng nominal 4.627,5 atau 4.800 apa perhitungan itu sudah benar?

      Hapus
    3. kecil sekali pph21 nya, status PTKP nya apa?
      minggu pertama s/d minggu ketiga tidak akan kena pajak karena penghasilannya tidak melebihi minimal PTKP sebulan (2.025.000).
      sementara untuk tukang masih dapat dikenai PPh21 jika status PTKP-nya tidak lebih dari K/1.

      Hapus
    4. statusnya semua tukang masih lajang,,
      mas kl bs qt komunikasinya via email aja bisa ya?soalnya sblm tgl 10 sya ud harus setor pajak,,,mohon bantuannya plisss ini email sya uniq.dian@yahoo.com d tunggu balasannya via email. trimakasih

      Hapus
  34. pak mul mohon pencerahanya :
    saya bekerja di sebuah perguruan tinggi swasta dimana penghasilan dosenya tiap bulan tergantung jumlah sks dia mengajar.
    apakah memungkinkan jika perlakukan pajaknya saya anggap sebagai bukan karyawan tetap yang menerima penghasilan bersifat berkesinambungan, tarif (50% x Bruto penghasilan x 0.05) tanpa PTKP ?
    mengingat kebanyakan dosen yang mengajar mereka bekerja di tempat lain.
    untuk bukti potong khusus untuk akhir tahun (masa desember) apakah perlu dibuatkan bukti potong yang di setahunkan seperti karyawan tetap, ataukah cukup bukti potong yang telah terima setiap bulanya ?
    terima kasih atas bantuanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul pak, bukan pegawai penerima penghasilan bersifat berkesenimbangunan ,untuk pembuatan bukti potonganya dilakukan tiap bulan menggunakan formulir 1721-VI.

      Hapus
  35. para sahabat.
    ada seorang sopir yang bekerja tiap minggu satu kali, honornya 350.000 dibyarkan keesokan harinya, dalam satu bulan ia mendapat honor untuk 4 minggu (4 kali kerja) 1.400.000
    berapa pph yang harus dibayar dalam akhir bulan.
    terima kasih
    simon

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sahabat,
      PPh 21 yang dipotong tiap minggu ; (1 hari x 350.000 - 200.000) X 5% = 7.500
      jadi, dalam sebulan PPh 21 yang dipotong adalah Rp.30.000 (4 x 7.500).

      Hapus
  36. Pak, mau tanya

    Perusahaan yang semenjak September sudah tidak ada kegiatan lain sehinga tidak ada karyawan yang aktif.. SPT PPh21 September - November 2013 dilapor nihil. Saat dihitung ulang di Masa Desember 2013 menjadi lebih bayar. Bagaimana laporan di masa Desember dalam Format SPT PPh21 tahun 2014? Dibagian mana lebih bayarnya dilaporkan? Dan bagaimana jika setelah dihitung ulang menjadi kurang bayar, Apakah di lembar induk pada kolom penghasilan brutonya ditulis nihil dan pada kolom terhutangnya dicantumkan kekurangannya?

    Terima kasih
    Edward

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pak Mulyana,
      Terima kasih

      Hapus
  37. mas mo nanya kalo udah memilki NPWP belum memiliki tanggungan terus upah perbulan 300rb kira2 dipotong pajak gak

    BalasHapus
  38. SAYA MAU TANYA,
    SAYA PEKERJA PROYEK/TIDAK TETAP DENGAN GAJI RP.16.000.000 PER BULAN (ALL IN).
    BAGAIMANA PERHITUNGAN PAJAK NYA.
    TERIMA KASIH ATAS BANTUANYA.

    BalasHapus
  39. saya mau nanya untuk mas maulana.
    saya mohon bantuannya mas.
    Saya pengelola koperasi..
    jadi ingin membayar pajak karyawan.
    saya masih banyak belum mengerti.
    jadi saya mohon bantuan dari mas maulana
    saya tinggal daerah batam.

    BalasHapus
  40. Mohon penjelasan..... Suami sy bekerja berdasarkan kontrak kerja di suatu perusahaan dgn penghasilan di byr rutin tiap bulan. Termasuk kategori manakah suami saya.... pegawai tetap, pegawai tidak tetap atau bukan pegawai? Tks

    BalasHapus
  41. Nitip link mas, semoga bisa bermanfaat

    Tool impor untuk e-SPT Masa PPh 21 2014
    http://hijrasoft.blogspot.com/p/x2csv-pph21.html

    BalasHapus
  42. Mohon penjelasannya.....sebenernya yg membayarkan pph 21 perusahaan atau karyawan..
    Sly tmpat kerja sy yg baru ada potongan pph 21 yg di byr oleh karyawan..sbg perbandingan..tempat kerja sy
    yg lama pph di byr oleh perusahaan...tolong penjelasanya...m'kasih

    BalasHapus
  43. Mohon penjelasannya.....sebenernya yg membayarkan pph 21 perusahaan atau karyawan..
    Sly tmpat kerja sy yg baru ada potongan pph 21 yg di byr oleh karyawan..sbg perbandingan..tempat kerja sy
    yg lama pph di byr oleh perusahaan...tolong penjelasanya...m'kasih

    BalasHapus
  44. Mohon di berikan pencerahan, saya seorang sopirnya rent car dengan gaji berdasarkan porsentasi. Yang mau saya tanyakan adalah, apakah pph21 saya di hitung berdasarkan pendapatan kotor saya, atau setelah di potong tanggungan yang menjadi kewajiban saya, contoh. Iuran bpjs kesehatan, potongan hutang. Terima kasih atas penjelasannya

    BalasHapus
  45. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  46. Mau tanya.... tentang tenaga kerja lepas... kalau dalam 1 hari jumlah hari kerja nya 30hari bagaimana yah ?

    Saya coba input di eSPT, saya ketik 30 hari, dia otomasi berubah jadi 28hari... apakah memang begitu ?

    Mohon pencerahannya rekan-rekan... thanks

    Henry

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin maksudnya dalam satu bulan. itu kemungkinan karena dimasa februari inputnya.

      Hapus
    2. mungkin maksudnya dalam satu bulan. itu kemungkinan karena dimasa februari inputnya.

      Hapus
    3. Semula saya mengira itu apakah mungkin karena Februari 2014, tapi saya sudah set SPT Maret 2014 neh...

      Hapus
  47. Admin tau dasar perhitungan pph 21 pada espt 21 2014 v.2.2?

    BalasHapus

  48. jadi pak untuk pengenaan PPh pasal 21 itu sendiri,
    untuk pegawai tetap atau tidak tetap itu sama? dia hanya berpatok pada PTKP/ harus melebihi PTKP itu sendiri?
    apa tidak ada jumlah penghasilan khusus yang memang wajib dikenakan apabila penghasilannya memang telah mencapai nilai tersebut.

    BalasHapus
  49. Mas sy mohon penjelasan. Sy kerja di pt kontrak selam 2 bln. Status sy kawin dg 3 anak dan tdk punya npwp. Bulan pertama sy terima gaji + lembur Rp. 21.074855,- sy dikenakan potongan pph sebesar Rp.2.747.000,-Apakah memang sebesar itu perusahaan memotong gaji sy utk pajak sy?
    Mohon jawaban via email sy ke naribasuki@yahoo.co.id
    Trima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo mas dianggap sbg pegawai tidak tetap, PPh 21 yg dipotong sebesar Rp 2.339.562 (ada NPWP);
      Rp 2.807.474 (tidak ada NPWP)..
      Sedangkan kalo mas dianggap sbg pegawai tetap, PPh 21 yg dipotong sebesar Rp 2.264.562 (ada NPWP);
      Rp 2.717.474 (tidak ada NPWP)

      Hapus
  50. maaf mau tanya kenapa bagi wajibpajak ang tidak memiliki npwp dikenakan tarif 20% lebih tinggi dari tarif pph pasal 17?
    terimakasih

    BalasHapus
  51. Bagaimana perlakuan PPh 21 utk kerjasama operasi (KSO)??
    Misalnya pegawainya berasal dr 2 perusahaan yg berbeda. Ada pegawai dr masing2 perusahaan yg termasuk Pegawai Tetap (PT) pd perusahaan tsb dan ada yg berstatus pegawai Outsourching..
    Apakah semua pegawai yg bekerja pd KSO termasuk pegawai harian walaupun di perusahaan masing2 ada yg berstatus PT atau bagaimana??
    Mohon informasinya guna perhitungan PPh 21 yg dibayar tepat…
    Makasi..

    BalasHapus
  52. yang menarik dr contoh diatas buat saya soal si MEMET... dia mgk terinspirasi dari lagu UUT PERMATASARI.. pacarnya 5 langkah dari rumah..hahahahah....bisa aja mas mul ini...

    BalasHapus
  53. mas, saya mau tanya sedikit soal imbalan kepada Pegawai dari penghasilan berupa jasa namun tidak tetap (antara lain berupa honorarium, komisi, fee, dan imbalan sejenisnya dengan nama dan dalam bentuk apapun sebagai imbalan sehubungan jasa yang dilakukan) yang diperoleh dari satu proyek tertentu . Dari penghasilan tersebut, (contohkan si A )harus memberi kontribusi kepada kantor tempat dia bekerja sebesar 40% sehingga total bersih yang diterima si A sebesar 60% dari keseluruhan. Pertanyaan saya , apakah yang harus dilaporkan dan dipotong pph21 tidak final adalah dari 60% honor yang diterima ataukah dari keseluruhan honorarium?

    Agar lebih terang untuk yang lain saya contohkan sbb:
    Si A bekerja di sebuah lembaga non profit yang bisa melayani permintaan jasa sebagai Trainer. Dari jasa tersebut dia mendapatkan nilai kontrak sebesar Rp10.000.000 . Karena di dalam lembaga tersebut ada kesepakatan adanya sumbangan untuk lembaga sebesar 40% dari honor, maka dia meyumbangkan 40% x 10.000.000 tersebut untuk lembaganya , sisa yang dia terima bersih = 60%x 10.000.000 .

    Pertanyaan saya, kewajiban potong dari lembaga apakah berasal dari 10 jt atau dari 60% x 10 jtnya saja .

    Mohon penjelasannya dan alasan-alasan dibelakangnya..

    salam

    BalasHapus

"Terimakasih untuk berkomentar dengan baik. Mohon maaf apabila komentar tidak dibalas dengan waktu cepat karena tidak setiap saat admin on line".

Tweet to @sheva009